
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" version="2.0">
<channel>
    <title>
        <![CDATA[ Lifestyle ]]>
    </title>
    <description>
        <![CDATA[ Lifestyle ]]>
    </description>
    <link>https://lifestyle.nusapos.com/rss.xml</link>
    <image>
        <url>https://lifestyle.nusapos.com/uploads/logo/68a69b8e29f131e8fbf5951cea6d7832.png</url>
        <width>130</width>
        <height>35</height>
        <title> Lifestyle </title>
        <link>https://lifestyle.nusapos.com/rss.xml</link>
    </image>
    <generator>Lifestyle</generator>
    <lastBuildDate>2026-08-12T00:00:00+07:00</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://lifestyle.nusapos.com/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml"  />
    <language>
        <![CDATA[ id-ID ]]>
    </language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Solusi Mengatasi Badan Kegemukan, Konsumsi Makanan Ini ]]>
        </title>
        <link> https://lifestyle.nusapos.com/lifestyle/np-9856/solusi-mengatasi-badan-kegemukan-obesitas-konsumsi-makanan-ini</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Lifestyle ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ lifestyle ]]>
        </category>
        <pubDate>2022-11-08T09:06:55+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://lifestyle.nusapos.com/lifestyle/np-9856/solusi-mengatasi-badan-kegemukan-obesitas-konsumsi-makanan-ini</guid>
        <description>
            <![CDATA[ Ini dapat Anda gunakan sebagai jalan dalam program menurunkan berat badan karena kegemukan (obesitas) ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Kelebihan dari makanan organik yaitu telah terbukti dapat menghindarkan akibat buruk dari makanan &rdquo;modern&rdquo; masa kini yang cenderung mengandung pestisida dan bahan kimia yang tidak aman bagi tubuh. Selain itu, makan organik mempunyai rasa yang lebih lezat. Apa yang tidak/jarang diketahui oleh umum dari makanan organik adalah kemampuannya dalam membantu mengurangi berat badan pada kasus kegemukan (obesitas).
Ini dapat Anda gunakan sebagai jalan dalam program menurunkan berat badan karena kegemukan (obesitas).
Pada saat makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya masuk dalam sistem tubuh, maka tubuh harus menghadapi racun ini untuk membuangnya agar tidak meracuni tubuh. Pekerjaan berat ini dilakukan oleh hati (liver), yaitu organ utama yang juga berperperan dalam penurunan berat badan.
Hati (liver) adalah pembangkit tenaga dan juga pembakar lemak terbesar dalam tubuh. Namun harus dipastikan bahwa untuk dapat bekerja secara efisien, makanan yang dikonsumsi haruslah tepat, yaitu jumlah serat yang cukup dan bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya serta alkohol.
Serat membantu kerja system pencernaan. Serat habis tidak dicerna, tetapi berfungsi membawa banyak racun / toksin dan kotoran dari tubuh dan membuangnya setiap hari melalui air besar. Serat sangat membantu memastikan kotoran keluar dengan cepat, seperti &ldquo;pipa pembuangan&rdquo; yang lancar. Pengaruh serat yang lain adalah membantu hati (liver) bekerja secara efisien dalam membuang toksin / racun dan memperkecil terajadinya timbunan lemak.
Jika tubuh terlalu banyak terisi oleh bahan-bahan kimia berbahaya/beracun akhirnya tubuh tidak mampu lagi membuangnya. Ini dapat mengarah pada terjadinya timbunan lemak, tetapi yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi adanya lemak pada liver (fatty liver).
Hati yang mengandung racun adalah sebab utama mengapa banyak upaya orang dalam menurunkan berat badan menjadi kandas. Anda harus memastikan bahwa organ penting berfungsi pada puncak efisiensi untuk meningkatkan upaya penurunan berat badan dan ini berarti perlu makan makanan yang berkualitas baik dan bebas dari bahan kimia. Ini yang membuat makanan organik menjadi pilihan terbaik.
Perlu diingat, produsen makanan modern dewasa ini dengan sengaja menambahkan bahan kimia buatan pada makanan olahan untuk meningkatkan masa simpan dan pestisida dan hormone buatan pada produk pertanian untuk meningkatkan hasil panen.
Tentunya Anda tidak ingin terlalu banyak makananan yang demikian banyak mengandung bahan kimia beracun yang jelas akan berpengaruh pada fungsi dan kerja system hati dan pencernaan yang membuat Anda semakin menimbun racun dan lemak.
Makanan organik dapat membantu mengurangi jumlah bahan kimia beracun yang masuk ke dalam system tubuh kita, yang pada gilirannya dapat mengurangi beban system pencernaan dan produksi lemak. ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Awas! Bahaya Membakar Sampah, Jangan Sembarangan ]]>
        </title>
        <link> https://lifestyle.nusapos.com/lifestyle/np-9855/awas-bahaya-membakar-sampah-jangan-sembarangan</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Lifestyle ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ lifestyle ]]>
        </category>
        <pubDate>2022-11-08T08:41:14+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://lifestyle.nusapos.com/lifestyle/np-9855/awas-bahaya-membakar-sampah-jangan-sembarangan</guid>
        <description>
            <![CDATA[ Mengingat akan bahayanya membakar sampah, maka sudah seharusnya tidak ada lagi pembakaran sampah. Sebenarnya di UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah, dalam pasal 29 huruf g ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Masih banyak yang mengatasi masalah sampah dengan cara membakar. Ada yang membakar dengan insinerator. Ada yang memakai insinerator teknologi canggih yang bernilai milyaran rupiah. Ada juga yang memakai insinerator mini yang harganya ratusan juta. Disisi lain, masih banyak juga masyarakat yang mengatasi masalah sampah di sekitarnya dengan cara membakar dalam tong atau dalam lubang tanah.
Membakar sampah seringkali diambil sebagai langkah untuk menuntaskan masalah sampah. Memang benar dengan dibakar tumpukan sampai dapat dikurangi dengan cepat, namun cara ini menjadi lebih berbahaya karena dampak dari pembakaran &ndash;yang tidak benar- akan menghasilkan gas atau senyawa kimia yang justru lebih berbahaya lagi. Membakar sampah sebenarnya bukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah. Beberapa kajian sudah membuktikan pembakaran sampah tidak hanya menghasilkan senyawan kimia yang berbahaya bagi lingkungan tetapi juga bersifat karsiogenik (menyebabkan kanker) bagi manusia. Pembakaran sampah yang tidak benar pasti akan menghasilkan gas, partikel atau senyawan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. &nbsp;
Sebagai contoh misalnya pembakaran 1 ton sampah organik akan menghasilkan 30 kg gas CO (karbon monoksida) &nbsp;yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Gas ini jika dihirup akan berikatan sangat kuat dengan hemoglobin darah. Akibanya, tubuh akan kekurangan O2 dan menimbulkan kematian
Pembakaran sampah organik juga akan menghasilkan gas methana. Membakar potongan kayu akan menghasilkan senyawa formaldehida yang mengakibatkan kanker. Sampah organik seperti daun, ranting, batang, sisa sayuran atau buah tidak semua bisa terbakar. Partikel-partikel yang tidak terbakar akan beterbangan.
Satu &nbsp;ton sampah organik jika dibakar akan menghasilkan 9 kg partikel padat yang mengandung senyawa hidrokarbon berbahaya. Salah satu diantaranya adalah benopirena. Menurut beberapa kajian diketahui asap dari pembakaran sampah mengandung benzopirena 350 kali lebih besar dari asap rokok.

Sementara itu pembungkus kabel, kulit, pipa paralon jika dibakar akan menghasilkan gas HCL yang bersifat korosif. Jika nilon, dan busa poliuretan yang terdapat dalam matras, sofa, dan karpet berbusa dibakar akan menghasilkan gas berbahaya. Jika pembakaran dilakukan pada suhu lebih dari 600 derajat Celcius, akan menghasilkan HCN. Sebaliknya, jika dilakukan pada suhu kurang dari 600 derajat Celcius akan dihasilkan isosianat yang sangat berbahaya.
Selain itu, dari beberapa kajian diketahui pembakaran sampah juga akan menghasilkan polutan logam berat seperti Pb (timbal), Cd (Kadmium), As (arsen), Cr (Kromium) dan Hg (merkuri). &nbsp; Logam-logam berat tersebut jika terakumulasi manusia akan sangat berbahaya. Dampaknya tidak hanya akan dirasakan langsung oleh orang yang menghirup tetapi juga dapat berdampak pada keturunannya karena logam berat yang terakumulasi oleh manusia dapat bersifat mutan (menyebabkan mutasi genetik).
Mengingat akan bahayanya membakar sampah, maka sudah seharusnya tidak ada lagi pembakaran sampah. Sebenarnya di UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah, dalam pasal 29 huruf g. Setiap orang dilarang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi pidana kurungan dan denda. ]]>
        </content:encoded>
    </item>

    

</channel>
</rss>